Ini dia Mediasi Kedatangan Ustadz Abdul Somad ke Bali


Dit Intelkam Polda Bali mediasi pertemuan antara Komponen Rakyat Bali (KRB) yang menolak kedatangan Ustadz Abdul Somad ke Bali dengan pihak pengundang Ustadz tersebut, Rabu, (6/12) pukul 10.30 Wita  diruangan rapat .

Mediasi dipimpin  Direktur Intelkam Kombes Pol. Akhmad Jamal Yuluarto.S.I.K , M.S.i dengan  dihadiri 20 orang  peserta.
Komponen KRB  yang hadir Ngurah Artha (Ketua Sandi Murthi Bali), I Ketut Sumiata (Ketua DTW Ganaspati Bali) , Gusti Ngurah Santika (Ketua DPK Ganaspti Badung) Gus Yadi (Ketua PGN/Patriot Garuda Nusantara Bali), Habib Zet Hasan (Aktivis), Huda Nuryanto (Tokoh masyarakat Ubung).

Sedangkan Pihak pengundang USTADZ  ABDUL SOMAD  dihadiri  Ustadz Nadlah Arif ( Ketua Panitia sekaligus Takmir Masjid Baiturrahman  Wanasari, Kampung Jawa ), Haji Suseno (Ketua Yayasan Yatim Piatu Munawarah Kampung Jawa), H. Abdul Azis (Ketua PWNU Bali) dan AKBP Gede Dartiasa (Kasubdit III Polda Bali),
“Pada intinya menyampaikan bila ada permasalahan SARA, maka kami akan bertindak dan kami juga berusaha menolak tapi dengan cara yang berbeda. Kami harus benar benar melihat resiko, ” kata
AKBP Gede Dartiasa, Kasubdit  III Polda Bali.”

Ia mengatakan  apabila  mengambil  keputusan benar benar harus memiliki  resiko  yang paling kecil dan jika ditolak kami harus hati hati karena diundang di Bali berarti banyak pecintanya.


“Kami berusaha melakukan upaya untuk memenuhi keinginan Bapak bapak, tetapi hasilnya didiskusikan bersama sama, ” jelasnya.

Dir. Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Akhmad Jamal Yuluarto.S.I.K , M.S.i pada intinya menyampaikan pihaknya sudah memanggil pihak panitia dan menyampaikan bahwa kita sudah salah sangka dengan Ustadz Abdul Somad, justru beliau datang kesini untuk menyuarakan NKRI dan kebhinekaan.

“Kedatangan Ustadz Abdul Somad untuk mauled Nabi dan tidak akan bicara kemana mana . Beliau sendiri bukan orang HTI dan tidak mendukung Khilafah, panitia ingin datangkan Ustadz Abdul Somad ke Bali dikawal orang muslim dan masyarakat Bali, ” jelasnya.

Pihaknya berusaha melakukan negosiasi jika Abdul Somad datang tidak berbicara Khilafah dan kafir.

Sementara itu Gus Yadi (PGN-Bali) mempertanyakan hasil pertemuan panitia dengan pihak NU dan MUI, “Saya tidak mau adanya bahasa kafir kepada agama apapun, saya tidak mau adanya orang radikal dan saya siap pasang badan di depan, ” jelasnya.

Pihaknya tahu Ustadz Abdul Somad seperti itu kenapa masih harus diundang.

” Kami tanggal 8 Desember siap turun ke bandara  mengusir Abdul Somad . Orang pengundang hanya penyusup untuk membesarkan organisasinya sehingga akan sangat berbahaya, serta kami siap datang ke bandara, ” jelasnya.

Abdul Somad adalah ustadz yang dulunya benar benar memperjuangkan HTI , jadi harus ditolak.

Ketut Sumiata Ketua DPW Ganaspati , sebagai Ormas Nasional bukan politik dan terpanggil untuk membela NKRI, kami dengan tegas menolak dengan yang namanya Khilafah, kami mendukung kegiatan Ngurah Arta dan menjujung tinggi Bhineka Tunggal Ika.

H.Nalah Arif sebagi Ketua Panitia menyampaikan kegiatan pihaknya laksankan dalam rangka mauled

“Kami mengundang Abdul Somad dalam kurun waktu satu tahun yang lalu. Bahwa apa yang didengar di media sosial  dan yang tidak simpati, Abdul Somad dianggap penggerak Khilafah , anti pancasila dan anti NKRI dan insya Allah itu tidak benar sehingga kegiatan bisa berjalan, ” jelasnya.

Bila Ustadz Somad harus menyampaikan materi dakwah tentang peningkatan iman dan takwa tidak menyinggung keyakinan agama lain. Karena waktunya sangat mendesak.

“Kami dikampung Jawa bukan tidak menanggapi masalah di Sosmed, kami sudah tangkil ke Puri Pemecutan dan Rencana akan hadir, banyak simpati dengan kedatangan Abdul Somad hanya dalam rangka mauled, ” ujarnya.

Bila diijinkan datang maka Abdul Somad akan membuat video kecil bahwa murni untuk mauled dan tidak berbicara tentang ketatanegaraan ataupun Khilafah.
Tanggapan Gus Yadi , pihaknya  sebagai murid Gusdur dan datang ke Bali untuk menyebarkan Pluralisme .

“Saya tahu persis Abdul Somad sejak saya mondok di Soko Tunggal. Karena saya tahu persis bahwa Abdul somad adalah pendukung Khilaf . saya sangat jengkel ketika tahu Abdul Somad masuk Bali.  Saya telpon PWNU Bali dan katanya tidak mengundang Abdul Somad , Kita tetap menolak Abdul Somad bila datang ke Bali terserah saya mau diapain akan saya hadapi, ” ujarnya.

Apakah PWNU Bali sudah membaca hati umat lain, akan statemen ustadz  Abdul  Somad yang lalu lalu ?

Apabila Abdul Somad datang ke Bali, dampaknya akan menjadi masalah dengan umat lain yang dikhawatirkan adalah ajarannya . Apalagi dengan wahabi Arab Saudi. Jangan mengatakan kafir kepada agama lain.

Pernyataan Bapak Huda Nuryanto. ada bukti video Abdul Somad berbicara HTI dengan bukti video. Jadi kita tidak perlu banyak retorika karena ada data. Jangan agama dijadikan tunggangan untuk kepentingan kelompok atau politik.

v> Menurutnya tetap menolak kedatangan Abdul Somad karena sudah viral di medsos yang menolak bahkan ribuan orang yang bisa saja terjadi pemblokiran bandara.

Pendapat Habib Zet Hasan bahwa para ustadz harus Tabayyun terkait Abdul Somad, apakah pantas orang menyinggung orang lain di Bali, seharusnya banyak berkoordinasi maka untuk mauled ini banyak ustadz yang lebih baik, bukan hanya ustadz tontonan jadi panutan.

“Kemarin sudah ke KH. Noorhadi Rais  PWNU Bali dan terkejut siapa undang Ustadz Abdul Somad ? kenapa ustadz seperti ini yang diundang. Jika bapak mencintai nabi maka ustadz Somad harus diganti, cari dai lain yang lebih sejuk.” jelasnya.

Penyampaian dari Abdul Azis dari PWNU Bali yang intinya pihaknya datang kesini diundang untuk rembug bahkan kami tidak tahu menahu tentang kedatangan Abdul Somad , namun yang menyelenggarakan adalah warga Nahdatul Ulama.  Berita yang berkembang dan muncul dimedia  ada yang ingin mengambil ilmu dan ada yang menolak intoleran. Yang ditolak bukan pengajian tetapi oknumnya , pihaknya tahu Abdul Somad bukan penggerak Khilafah dan bukan anggota HTI dan saya sudah cek ke PWNU Riau.

“Saya meyakini bahwa ada mis komunikasi antara pro dan kontra yang tidak memahami ustadz Abdul Somad secara utuh.  Perlunya titik tengah agar masalah ini  tidak berkembang keluar dan menjadi isu nasional. Mungkin dimintai ikrar NKRI, mari kita membuang ego kita, mungkin waktunya . Kita bayarkan ikrar masih bicara khilafah maka kita tidak mengundang lagi,” ujarnya.

Penyampaian dari Ketua yayasan Mesjid An Nur Denpasar , pihaknya asli Bali , bapak saya bali Agung dan Ibu saya dari Pandak Gede .

Sudah satu tahun pihak panitia mencari jadwal untuk Abdul Somad datang ke Bali, jadi bukan mencari menang menangan . Agar saudaranya bisa melunak agar bisa dihadirkan dengan syarat syarat tertentu. Sampai pukul 14.35 Wita Mediasi selesai tanpa mengasilkan keputusan.

source : balipuspanews.com

No comments:

Powered by Blogger.