Empat Kapal Negara basarnas siap di kerahkan untuk evakuasi Gunung Agung


Jika jalur evakuasi darat terputus akibat erupsi Gunung Agung maka penyelamatan lewat jalur laut siap dilakukan dengan penegarahan kapal-kapal negara milik Basarnas.

Kepala Kantor SAR Denpasar Ketut Gede Ardana mengungkapkan, dalam upaya mempercepat respons time terhadap pengungsi pihaknya telah membentuk Pos Aju. Pasalnya, jika hanya mengandalkan posko induk Tanah Ampo maka pergeraan evakuasi membutuhkan waktu terlalu lama.

Untuk itu, jika terjadi kemungkinan terburuk yakni terputusnya jalur evakuasi dari darat, maka akan dilakukan evakuasi melalui jalur laut.


Kekuatan personil dan kapal Negara (KN) dari Basarnas Surabaya, Basarnas Semarang dan Basarnas Mataram akan diperbantukan selain pengerahan KN SAR Arjuna 229 Denpasar.

"Kami mengharapkan jangan sampai ada korban jiwa, tapi kita pikirkan juga kemungkinan terburuk bisa terjadi, langkah-langkah antisipasinya sudah dipersiapkan," ujar mantan Kakansar Kupang ini Senin (4/12/2017).

Pihaknya berharap warga bisa lebih kooperatif sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran dan jatuhnya korban jiwa bisa diminimalisir.

Tingkat kewaspadaan warga tentunya didasari dengan keadaan Gunung Agung sampai dengan saat ini.

Pengamatan dari PVMBG pada periode Minggu (3/12) dari pukul 06.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita mencatat terjadi kegempaan low frekuensi 3 kali (Amplitudo : 3-19 mm, Durasi : 30-48 detik), vulkanik dangkal 3 kali (Amplitudo : 4-7 mm, Durasi : 7-14 detik), vulkanik dalam 6 kali (Amplitudo : 5-25 mm, S-P : 1-2 detik, Durasi : 10-40 detik) dan masih terjadi Tremor menerus amplitudo 1 - 4 mm, dominan 1 mm.

Sementara itu secara visual Gunung Agung terlihat mengeluarkan asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 500-1000 m di atas puncak kawah. Saat teramati asap condong ke tenggara.

#yobali #beritabaliterkini
source berita : http://www.kabarnusa.com

No comments:

Powered by Blogger.